Anzhi Makhachkala hampir saja memboyong Guus Hiddink sebagai direktur teknik jika tidak terganjal masalah prinsip.
Sebelum menunjuk pelatih baru, nama Hiddink disebut-sebut sebagai salah satu kandidat. Pada akhirnya klub kaya Rusia itu menunjuk Yuri Krasnozhan akhir tahun lalu. Namun, Hiddink tetap didekati dan disodori tawaran menjabat sebagai direktur teknik.
Tawaran Anzhi ditolak Hiddink karena bertentangan dengan idealisme yang diusungnya.
"Klub asal Dagestan itu terdiri dari paduan pemain muda dan berpengalaman serta memiliki dukungan publik," jelas pria Belanda berusia 65 tahun itu kepada De Telegraaf.
"Tapi, selain merekrut pemain-pemain bereputasi internasional, harus pada pemain lokal hasil akademi sendiri. Awalnya direksi Anzhi menawari saya menangani tim taruna, tapi kemudian fokus pada pemilihan pemain di skuad utama dengan menjadi direktur teknik."
"Saat menangani timnas Rusia, saya mendukung pembatasan pemain asing dan Anzhi meminta saya mengubah filosofi sepakbola sendiri."
Hiddink mendukung proposal yang digagas presiden UEFA Michel Platini untuk menerapkan pemakaian "6+5" pemain binaan sendiri dan asing pada setiap klub.
Saat ini Hiddink masih menganggur sejak kontraknya diputus timnas Turki akibat kegagalan di kualifikasi Euro 2012.
sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar