Portal Bola Liga Indonesia

Persipura Jayapura, Pasukan Malaikat Papua

Sekjen presidium dewan adat Papua Thaha Al Hamid mengecam PSSI atas kegagalan tim Mutiara Hitam berlaga di Liga Champions Asia (LCA) 2011/12, dan menuding kebijakan PSSI pimpinan Djohar Arifin Husein sarat kepentingan politis.

Hal itu diungkapkan Thaha kepada wartawan di kantor kementerian negera pemuda dan olahraga (Kemenegpora) bersama ratusan massa dari Ogut Persipura Mania (OPM) Jakarta saat menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (8/12). Thaha diterima kepala deputi biro keuangan dan rumah tangga Kemenegpora Dedi Kusdinar.

“Satu-satunya yang bisa menjadi sabuk pengaman di Papua hanya sepakbola. Sekarang itu sudah direngut PSSI. Kita lihat 1 Desember kemarin saat ulang tahun Organisasi Papua Merdeka (OPM), Persipura juga bertanding. Masyarakat Papua tahun Pasukan Malaikat mereka sedang bertanding, dan mereka [OPM] menahan diri,” ungkap Thaha.

“PSSI bilang Persipura dicoret dari Liga Champions oleh AFC. Itu kebohongan besar Djohar Arifin. Yang benar Persipura tidak ikut, karena tidak didaftarkan PSSI.”

Thaha menuding kebijakan yang dikeluarkan Djohar berkaitan dengan pemilihan presiden (Pilpres) 2014. Menurut Thaha, bila PSSI bisa memisahkan antara sepakbola dan politik, cabang olahraga paling populer di Indonesia ini bisa menjadi lebih baik.

“Sekarang sepakbola menjadi tambah kacau. Kondisi ini terjadi setelah PSSI dikelola oleh Djohar. Mereka berjuang masuk ke PSSI hanya untuk kepentingan pilpres 2014. Jika masyarakat Papua bisa memisahkan mana sepakbola dan politik, mengapa pemerintah tidak?” tanya Thaha.

“Sekali lagi, ini soal harkat dan martabat masyarakat Papua. Pemerintah harus turun tangan. Kami akan melaporkan ke komisi hak asasi manusia, karena PSSI sudah merengut harkat dan martabat masyarakat Papua melalui Persipura.”



sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar