Juru bicara PSSI Eddy Elison menegaskan, pertemuan antara PT Liga Indonesia (LI) dan sejumlah klub Liga Super Indonesia (ISL) dan Divisi Utama Liga Indonesia di Surabaya, Rabu (16/11), sebagai kegiatan makar.
Dalam pesan singkat berantai disebutkan, sejumlah klub ini akan mengadakan silahturahmi dan diskusi permasalahan sepakbola nasional di salah satu hotel di Surabaya.
Eddy menegaskan, kompetisi profesional yang diakui PSSI hanya di bawah pengelolaan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS).
“Undangan itu tidak sah, dan bertendensi makar, karena hak dan wewenang PT Liga Indonesia sebagai penyelenggara kompetisi profesional telah dicabut PSSI melalui SK (surat keputusan) ketua umum,” ujar Eddy.
“Ini juga diperkuat dengan pernyataan Menpora dan BOPI [Badan Olahraga Profesional Indonesia] yang dianggap sebagai sikap pemerintah melalui SK tertanggal 7 November 2011, dan surat BOPI ke kapolri yang meminta supaya tidak memberikan izin kompetisi profesional di luar PT LPIS.”
“Karena itu, seluruh teman-teman di ISL, Divisi Utama dan Pengprov [pengurus provinsi] diminta tidak menghadiri pertemuan itu.”
Sebelumnya, ketua BOPI Gordon Mogot telah mengeluarkan keputusan melalui surat nomor 91/BOPI/XI/2011 yang menyebutkan kompetisi profesional hanya ada di bawah naungan PSSI.
Surat itu juga ditembus kepada kepolisian Indonesia agar tidak mengeluarkan perizinan bagi penyelenggaraan kompetisi di luar naungan PSSI dan PT LPIS.
“Itu menandakan kalau liga [sepakbola] di luar pengeloloan PT LPIS tidak mungkin diijinkan oleh pihak kepolisian,” tegas Eddy.
sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar