Berakhir sudah perjalanan David Beckham di Timnas Inggris. Manajer Fabio Capello telah menutup pintu rapat-rapat bagi pemain LA Galaxy itu.
Capello dengan tegas menjatuhkan vonis bahwa tak ada lagi peluang bagi Beckham untuk memperkuat skuadnya. Baginya, pemain masa depan lebih penting ketimbang memaksakan pemain gaek seperti Beckham.
"David adalah pemain fantastis. Tapi, saya pikir kami butuh pemain baru untuk masa depan," ucap Capello.
Di usia 36 tahun, sulit memang bagi Beckham untuk bersaing dengan yuniornya. Sebagai penyisir sayap kanan, ia harus bersaing dengan sejumlah pemain cepat dan bertenaga macam Theo Walcott dan Adam Johnson.
Jelas, ini bukan perkara enteng bagi Beckham. Soal kecepatan ia kalah. Soal stamina, ia juga bukan tandingan Walcott dan Johnson. Sementara Walcott dan Johnson tetap bermain di Liga Inggris, Beckham hanya bermain di MLS yang kompetisinya tak terlalu kompetitif.
"Jika dia fit, saya harap ia akan bermain satu pertandingan lagi di Wembley demi memberikan kesempatan kepada fans untuk mengucapkan salam perpisahan," ucap Capello.
Meski telah divonis Capello, Beckham tak mau mundur. Membela Inggris baginya adalah kehormatan. Komitmennya selalu sama. Ia akan siap jika Tiga Singa memanggil.
"Saya cinta sepak bola. Saya senang berada di lapangan setiap hari. Saya terbangun pada pagi hari dan saya tetap bersemangat ikut latihan di usia 36 tahun," katanya.
Tanpa Prestasi
Di level klub, prestasi Beckham tak perlu diragukan. Ia sanggup mengoleksi 22 gelar sepanjang kariernya. Namun, jika berbicara timnas, kata ironis mungkin tepat diberikan kepada Beckham. Dengan rekor 115 caps (kedua terbanyak di bawah Peter Shilton) tak sekali pun Beckham mampu menyumbangkan trofi untuk negaranya.
Ada saja masalah datang ketika turnamen besar digelar. Pada Piala Dunia 1998, Beckham diusir wasit pada babak perdelapan final. Dua tahun berselang, ia juga gagal mengeksekusi penalti saat tos-tosan melawan Portugal di babak perempat final Piala Eropa.
Terakhir pada Piala Dunia 2010, Beckham batal berangkat karena mengalami cedera parah dua bulan sebelum turnamen dimulai.
Kesempatan Terakhir
Beckham masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki sedikit catatan kariernya di level internasional. Ini tentunya jika ia terpilih masuk memperkuat skuad Inggris Raya di Olimpiade London 2012 mendatang.
"Beckham tidak akan main di Piala Eropa. Tapi, saya pikir ia akan bertanding di Olimpiade," kata Capello.
Meski sadar peluangnya kecil, Beckham tetap memiliki motivasi tinggi untuk mendapatkan medali emas. Ini mungkin juga menjadi turnamen internasional terakhirnya sebagai pemain.
Pertanyannya sekarang, mampukah Beckham mengakhiri catatan kariernya dengan manis? (irb)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar